Setelah berhasil mengunduh lembar rekomendasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) pada menu tindak lanjut Rapor Pendidikan, kepala satuan pendidikan dapat melakukan pembenahan satuan pendidikannya dengan mengidentfikasi dan merefleksikan kondisi satuan PAUD untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas pada lembar evaluasi diri

contoh lembar evaluasi diri PAUD

contoh_lembar_evaluasi_diri_paud.jpg

Dari hasil lembar evaluasi diri, pada satuan PAUD indikator yang ada di dalam dimensi D (Kualitas Proses Pembelajaran) dan dimensi E (Kualitas Pengelolaan Satuan Pendidikan) perlu dimaknai sebagai indikator kinerja, dan untuk meningkatkan kualitas layanan pada 2 indikator tersebut perlu dilakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD). 

Dalam upaya peningkatan kualitas layanan melalui PBD, ada beberapa prinsip yang perlu menjadi catatan: 

  • Pemenuhan indikator kinerja perlu dimaknai sebagai proses perjalanan satuan PAUD dalam upayanya menyediakan layanan berkualitas. Indikator suksesnya adalah terjadinya kemajuan (progress). 
  • Satuan PAUD dapat menerapkan laju yang berbeda dalam memenuhi indikator layanan PAUD berkualitas serta fokus pemenuhan indikator kinerja yang berbeda yang selaras dengan visi misi, kapasitas dan karakteristik satuan. Artinya, setiap satuan PAUD dapat menentukan proses perjalanannya (learning journey) sendiri. 
  • Proses perjalanan satuan PAUD dalam menyediakan layanan berkualitas ini dipandu menggunakan kerangka Perencanaan Berbasis Data (PBD). Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan bagian dari evaluasi sistem internal yang termaktub dalam Evaluasi Sistem Pendidikan (Permendikbudristek No 9 Tahun 2022). 
  • Untuk menyelesaikan seluruh proses ini, satuan PAUD dapat mengunduh Lembar PBD PAUD pada laman Rapor Pendidikan. Namun sebelum memulai mengunduh lembar Perencanaan Berbasis Data (PBD), satuan PAUD perlu mengetahui terdapat tiga langkah utama dalam proses ini, yakni; Melakukan Identifikasi, Refleksi dan Benahi untuk mencapai indikator layanan PAUD berkualitas.

A. Identifikasi

Di dalam tahapan identifikasi ini terdapat dua langkah yang harus satuan PAUD lakukan, yakni: 

  1. Evaluasi diri: Dalam melakukan evaluasi diri, satuan PAUD akan melakukan identifikasi sejauh mana posisi atau capaiannya saat ini untuk indikator dimensi D dan E dengan menggunakan Lembar Evaluasi Diri yang ada di dalam Lembar Perencanaan Berbasis Data (PBD) PAUD. 
  2. Memilih indikator atau aspek layanan mana yang ingin disediakan dan ditingkatkan kualitas layanannya. Satuan PAUD dapat menggunakan Lembar Identifikasi untuk memandu proses pemilihan indikator atau aspek layanan di dalam Lembar Perencanaan Berbasis Data (PBD) PAUD.

Yang perlu diingat dalam melakukan evaluasi diri

1. Satu Visi: Indikator kinerja merujuk pada indikator dimensi D dan E (konsisten dengan kerangka PAUD Berkualitas, Transformasi Satuan PAUD dalam PSP dan akreditasi)
2. Hasil Evaluasi bukan Rapor satuan pendidikan: Hasil evaluasi diri tidak dimaknai sebagai data objektif, melaunkan hasil refleksi kondisi satuan yang disepakati bersama antara kepala satuan, pendidik serta pihak lain yang terlibat di dalam PBD
3. Tidak High-Stake: Hasil evaluasi diri adalah milik satuan, dan tidak menjadi dasar perlakuan apapun terhadapat satuan. karenanya, satuan perlu melakukan evaluasi diri dengan sejujur-jujurnya agar hasil evaluasi diri betul-betul dapat digunakan untuk memandu penentuan aspek layanan yang ingin disediakan dan ditingkatkan kualitasnya

Untuk mempermudah proses identifikasi satuan PAUD, berikut adalah 4 kategorisasi kondisi layanan yang dapat dijadikan rujukan:

  1. Prima: Capaian sangat baik atau satuan pendidikan telah memenuhi seluruh indikator disertai dokumen pendukung. Namun, kata prima bukan berarti satuan pendidikan tidak perlu melakukan pembenahan/perbaikan indikator. Perbaikan harus tetap dilakukan agar peningkatan kualitas layanan berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan, terutama pada indikator prioritas. 
  2. Kondusif: Capaian baik atau satuan pendidikan mendukung berlangsungnya aktivitas dan berproses dalam pemenuhan indikator (merujuk pada pemenuhan indikator mencapai 80%) dan disertai dengan dokumen pendukung.
  3. Pra kondusif: Capaian cukup atau satuan pendidikan telah melaksanakan pemenuhan sebagian dari indikator (merujuk pada pemenuhan indikator sebesar 50%) dan disertai dengan dokumen pendukung.
  4. Perlu pengembangan: Capaian kurang atau satuan melaksanakan pemenuhan sebagian kecil indikator (merujuk pada pemenuhan indikator sebesar kurang dari 50%), dan dokumen pendukung tidak lengkap.

Berikut adalah cara untuk memilih indikator yang bermasalah: 

  • Agar upaya penyediaan dan peningkatan layanan lebih fokus, disarankan setiap satuan memilih maksimal 5 layanan yang perlu disediakan dan ditingkatkan kualitasnya. Namun, apabila satuan PAUD merasa memiliki sumber daya yang memadai untuk melakukan penguatan lebih dari 5 aspek layanan, maka dipersilakan untuk memilih lebih dari 5.
  • Utamakan empat indikator prioritas, terutama jika hasilnya belum baik.
  • Utamakan indikator berwarna merah, yaitu yang capaiannya belum baik.

B. Refleksi

Pada tahapan refleksi, satuan PAUD dapat merumuskan akar masalah untuk setiap indikator yang dipilih. Tujuan dari proses ini adalah saat satuan PAUD memilih kegiatan benahi untuk meningkatkan kualitas layanan, kegiatan yang dipilih dapat menjadi solusi dari akar masalah yang sudah diidentifikasi.

Terdapat 4 langkah yang dapat digunakan untuk memandu Satuan PAUD untuk melakukan refleksi akar masalah dari kondisi di satuan PAUDnya, proses ini juga dapat membantu satuan PAUD dalam menentukan kegiatan yang paling strategis untuk dilakukan dan direncanakan di dalam RKT dan RKAS.

  1.  Cari akar masalah yang menjadi penyebab paling signifikan dari setiap indikator layanan 
  2.  Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara yang beragam, dari yang paling   sederhana sampai penggunaan analisis data yang kompleks.
  3.  Rujukan Akar Masalah dari Indikator Prioritas disediakan pada slide berikut.
  4.  Setiap Indikator harus diidentifikasi akar masalahnya agar kegiatan benahi yang dipilih betul-betul efektif dalam meningkatkan layanan satuan.

Permasalahan

Akar Masalah

Pilih indikator yang sudah ditetapkan di tahap identifikasi sebagai masalah yang akan diintervensi

Pilih Akar Masalah apa yang menjadi penyebab utama dari masalah yang akan diintervensi

 

C. Benahi

Pada tahapan benahi, satuan PAUD dapat menentukan dan membuat program sebagai solusi dari setiap akar masalah, serta menetapkan target dan pengorganisasian kegiatan. Setelah melengkapi kegiatan Benahi, satuan pendidikan perlu memeriksa kembali hasil perencanaan di satuannya, dimulai dari kolom Identifikasi, Refleksi dan Benahi. Apabila sudah sesuai, satuan PAUD dapat memetakan kegiatan benahi mana yang memerlukan anggaran, nantinya kegiatan (Kode) RKAS tersedia di dalam dropdown list untuk dipilih oleh satuan PAUD pada lembar Perencanaan Berbasis Data PAUD.

Semua langkah tersebut merupakan bagian dari budaya refleksi dan perbaikan layanan yang tercermin di dalam Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) serta Rencana Kegiatan Anggaran Satuan (RKAS). Melalui proses ini, kapasitas perencanaan satuan pendidikan akan terus terasah, anggaran digunakan secara akuntabel, dan mendorong terwujudnya lingkungan belajar yang partisipatif.

Terdapat 4 langkah yang dapat membantu Satuan PAUD dalam menentukan kegiatan yang dapat menjadi solusi terhadap akar masalah utama yang dianggap penyebab paling signifikan, yang merupakan hasil refleksi sebelumnya.

  1. Satuan merumuskan kegiatan yang dapat dilaksanakan sebagai solusi untuk membenahi akar masalah hasil refleksi.
  2. Pilihlah benahi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas satpen.
  3. Rujukan Kegiatan untuk Akar Masalah dari Indikator Prioritas tersedia.
  4. Satu Indikator dapat didukung oleh beberapa kegiatan Benahi.

Akar Masalah

Program dan Kegiatan

Pilih akar masalah dari tahap refleksi

Tentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah

 

Tanya-Jawab:

Apakah ada yang perlu diperhatikan oleh satuan PAUD ketika melakukan proses PBD ini.

Ada, pada proses Benahi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: 

  • Tidak berarti setiap kegiatan benahi memerlukan anggaran
  • Untuk benahi yang prioritas, maka kode benahi sudah disediakan di dalam lembar
  • Yang diutamakan adalah kegiatan yang menggunakan BOP Regular sebagai sumber pembiayaan. Namun, satuan pendidikan juga dapat memasukkan kegiatan yang didukung oleh sumber pembiayaan lain
  • Satu kegiatan benahi dapat didukung oleh beberapa kegiatan RKAS yang dirasa paling sesuai
Apa yang perlu saya lakukan apabila saya masih memiliki kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan Rekomendasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) di satuan pendidikan saya?

Anda dapat menghubungi nomor Whatsapp berikut 081281435091 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut terkait Perencanaan Berbasis Data

Setelah saya mengisi lembar PBD, apa yang selanjutnya harus saya lakukan? Apa hanya menjadi acuan PBD di lingkungan satuan saja?

Selain menjadi acuan PBD di lingkungan satuan, Lembar PBD yang sudah diisi lengkap dapat diunggah ke tautan: https://paudpedia.kemdikbud.go.id/pbd/login

Sebelumnya
Selanjutnya
10451548060569

Komentar

0 comments

Please sign in to leave a comment.