Mutu pendidikan di Indonesia akan terjadi peningkatan dari tahun ke tahun apabila seluruh pemangku kepentingan melakukan perencanaan berdasarkan Profil Pendidikan, fokus menyelesaikan masalah prioritas yang telah diidentifikasi, melakukan refleksi untuk mencari akar masalah, dan merencanakan kegiatan yang efektif dan efisien untuk membenahi akar masalah tersebut.

Setelah berhasil melakukan perencanaan dan penganggaran yang berdasarkan data dari Profil Pendidikan dengan fokus pada peningkatan indikator-indikator yang diprioritaskan, langkah selanjutnya adalah melakukan monitoring terhadap kegiatan yang telah direncanakan tersebut. Tujuan monitoring ini adalah memastikan kesesuaian antara rencana kerja dengan pelaksanaannya serta satuan pendidikan dapat melihat perubahan yang terjadi di satuan pendidikannya sebelum dan sesudah menerapkan PBD

Dampak dari kegiatan yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi untuk mengidentifikasi hasil peningkatan mutu yang telah ditargetkan. Apabila kegiatan yang sudah disusun tidak berdampak pada hasil peningkatan mutu, maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengidentifikasi mengapa kegiatan tersebut tidak efektif. Sehingga, pada perencanaan selanjutnya dapat lebih baik lagi.

Evaluasi dampak dilakukan dengan cara membandingkan capaian Profil Pendidikan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya. Kegiatan dapat dinilai efektif apabila terjadi peningkatan capaian dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut kemudian dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai rencana, di monitor kemajuannya, dan dievaluasi dampaknya. Dengan melakukan hal tersebut, akan terjadi proses perbaikan berkelanjutan.

 

Terdapat 3 tahap dapat proses monitoring dan evaluasi, yakni:

1. Monitoring dan Evaluasi Tahap 1: Mengevaluasi realisasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran, bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara rencana kerja dan pelaksanaan.Dalam monitoring dan evaluasi tahap 1 ini satuan pendidikan dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Mengunduh data realisasi kegiatan dan anggaran dari platform ARKAS atau dapat juga dalam bentuk lainnya.
  • Melakukan review ketercapaian pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran.
  • Merumuskan rekomendasi perbaikan. 

Dokumen yang digunakan: RKAS, Metode analisis masalah.

Contoh monev (monitoring dan Evaluasi) tahap 1:

Picture1.png

 

2. Monitoring dan Evaluasi Tahap 2: Pencatatan dan dokumentasi perubahan, bertujuan untuk mengetahui Bukti-bukti Perubahan. Dalam monitoring dan evaluasi tahap 2 ini satuan pendidikan dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 

  • Membuat perbandingan berbagai perubahan yang diperkirakan merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
  • Membuat dokumentasi perubahan dan bentuk foto/video atau bentuk lainnya. 

Dokumen yang digunakan: Hasil observasi dan pengamatan, Foto, video, dan catatan perubahan.

Contoh monev (monitoring dan Evaluasi) tahap 2:

Picture3.png

 

3. Monitoring dan Evaluasi Tahap 3: Evaluasi capaian mutu, bertujuan untuk mengidentifikasi hasil peningkatan mutu dan khusus untuk monitoring dan Evaluasi Tahap 3 ini hanya perlu untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Dalam monitoring dan evaluasi tahap 3 ini satuan pendidikan dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 

  • Membuat perbandingan capaian profil pendidikan dari tahun ke tahun.
  • Memberikan catatan terkait perbandingan data baik yang meningkat, menurun, atau tetap.
  • Merumuskan rekomendasi atas temuan evaluasi.

Dokumen yang digunakan: platform Rapor Pendidikan, analisis data.

Contoh monev (monitoring dan Evaluasi) tahap 3:

Picture4.png

 

Agar satuan pendidikan dapat melakukan Perencanaan Berbasis Data dengan baik dan benar, maka dapat melakukan 5 kebiasaan berikut:

  1. Satuan pendidikan membaca Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kondisi dan tantangan yang dihadapi 
  2. Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melakukan refleksi diri untuk menemukan akar permasalahan dari tantangan yang dihadapi
  3. Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah, menetapkan target capaian, dan memasukkannya di dalam dokumen perencanaan.  
  4. Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melaksanakan program dan kegiatan yang sudah direncanakan
  5. Kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat keterlaksanaan kegiatan dan melihat perubahan capaian di Rapor Pendidikan di tahun berikutnya
Sebelumnya
Selanjutnya
13806928500633

Komentar

1 comment

  • kuni (Admin)

    Dear Bapak/Ibu KASIADI, S.Ag., M.Pd.

    Terima kasih atas feedback positif yang diberikan. Guna meningkatkan kualitas artikel yang kami sajikan, mohon bantuannya untuk memberikan vote Sangat Membantu atau Tidak Membantu dengan klik tombol yang ada di bagian bawah artikel ini.

    Salam Hangat,
    Tim Pusat Bantuan Rapor Pendidikan

    0

Please sign in to leave a comment.